“Cinta kadang muncul gitu ajah. Kita gag tw dengan siapa, kapan, dan dimana kita akan jatuh cinta. Cinta itu sesuatu yang misterius. Lebih misterius dari Segitiga Bermuda atau puncak Gunung Himalaya. Kita gag akan bisa menduganya.Cinta memang gag bisa dipaksakan. Cinta itu sesuatu yang tulus dan gag bisa dicemari apapun. Gag bisa diundang, gag bisa diubah, dan gag bisa dihilangkan.”
Aku sebenarnya gag tw mw nulis apa. Perkembangan akhir-akhir ini semakin membuat aku bingung. Aku merasa berada di dua tempat. Rasanya sangat sulit untuk dibayangkan. Di satu tempat aku bisa menjadi apa yang aku inginkan, bisa menjadi diriku yang sebenarnya. Tapi di tempat lain aku merasa begitu asing, merasa tidak mengenal siapa yang sedang menguasai diriku kali ini.
Jika kamu dihadapkan pada dua pilihan, Sahabat atau Orang yang perlahan-lahan mulai menjadi bagian hidupmu, mana yang akan kamu pilih..?? Aku yakin kalian tidak akan memilih keduanya. Awalnya aku pikir aku bisa memilih salah satu diantara dua pilihan tersebut. “Sahabat”, itulah pilihanku. Karna bagiku sahabat bernilai “lebih” dibanding yang lainnya. Tapi aku juga tidak bisa mengelak, tidak bisa membohongi prasaanku sendiri. Berbagai cara aku lakukan agar dapat menjauhkan bayangannya dari pikiranku, rasanya sulit sekali. Semua itu sia-sia, tidak ada hasilnya.
Aku sendiri tidak bisa secara tepat menggambarkan prasaanku saat itu. Tapi sejenak kemudian aku sadar, aku masih jauh dari impian. Aku tetap harus terjaga. Harus berani menghadapi kenyataan jika suatu saat nanti aku harus tw bahwa dy hadir bukan untukku.
Entah bagaimana semua ini berjalan. Sampai akhirnya aku berada disituasi yang sangat pelik, situasi yang sangat menguras otakku untuk berpikir. Sampai saat ini aku belum menemukan jalan terbaik untuk menghadapinya. Hanya satu kesimpulan yang aku dapatkan. Aku tidak akan memilih kedunya, karna aku tidak ingin kehilangan keduanya. Bagiku kedunya sama-sama mempunyai peran penting dalam hidupku, sama-sama aku butuhkan untuk membantuku mangarungi jalan hidupku.
“Orang bilang matahari adalah simbol cahaya, juga simbol kekuatan. Matahari sangat berguna bagi planet-planet di sekelilingnya. Memberi mereka kehidupan. Tapi matahari juga dapat memusnahkan kehidupan jika terlalu dekat dengannya. Aku ingin menjadi orang seperti itu. Ingin menjadi orang yang kuat, seperti cahaya yang dapat memberikan kehidupan bagi orang-orang disekitarnya. Hanya saja, aku tidak berharap menjadi cahaya yang memusnahkan kehidupan orang-orang yang dekat dengannya.”
Jumat, 20 Maret 2009
Ketika Hati'ku Mulai Berkataa..
Diposting oleh Eka Oktaviani di 17.38
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)



1 komentar:
kenyataan yang hadir merupakan sebuah hal yang hadir tanpa diketahui sebelumnya, tak bisa diduga. hidup memang sebuah pilihan, dan memilih untuk tidak memilih juga merupakan sebuah pilihan. manusia bebas memilih takdirnya. memilih hitam atau putih untuk hidupnya. dan kehidupan di sekitarnya.
Posting Komentar